Perselisihan dan Ambiguitas

Banyak perselisihan, entah tentang kepercayaan atau tentang sikap, memang benar-benar perselisihan. Namun demikian, ada pula perselisihan yang hanya merupakan perselisihan verbal, yang terjadi akibat kesalahpahaman linguistik. Istilah yang digunakan oleh para pihak yang berselisih bisa memiliki lebih dari satu makna sehingga menjadi ambigu, namun hal itu tidak disadari oleh para pihak yang bertikai. Untuk mengungkap dan menyelesaikan ketidaksepakatan verbal, ambiguitas perlu diidentifikasi, dan makna-makna alternatif istilah-istilah penting yang jadi sumber perselisihan harus dibedakan dan diperjelas.

Perselisihan dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah perselisihan sesungguhnya. Jika A mendukung Real Madrid, dan B mendukung Barcelona, maka bereka benar-benar berselisih pendapat, walaupun ketidaksepakatan mereka terutama terletak pada sikap. Jika C percaya bahwa Pulau Sabu berada di Utara Pulau Timor, dan D menyangkalinya, maka mereka berdua benar-benar berselisih, tetapi perselisihannya ini dapat diselesaikan dengan sebuah peta. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Introduction to Logic, Logika | Meninggalkan komentar

Diproteksi: David Wood mengkritik Ketidak konsistenan pihak tertentu :)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Dipublikasi di Uncategorized

Proposisi dan Argumen

Di bawah ini adalah Kutipan terjemahan Ma Kuru terhadap buku Introduction to Logic, Edisi 14, karya Irving M. Copi, dkk

Proposisi dan Argumen

Kita mulai dengan memperhatikan lebih dekat konsep-konsep yang paling mendasar dalam studi logika, yaitu konsep-konsep yang diasumsikan sebagai benar dalam paragraf-paragraf sebelumnya. Dalam penalaran kita menyusun dan mengevaluasi argumen. Argumen terdiri dari proposisi-proposisi. Walaupun konsep-konsep ini terlihat sederhana, namun butuh analisis saksama.

a.     Proposisi

Proposisi merupakan bahan penyusun penalaran. Sebuah proposisi menegaskan bahwa sesuatu itu memang benar atau tidak. Kita dapat menerima atau menyangkali sebuah proposisi. Tetapi proposisi memberi penegasan tentang sesuatu. Karena itu tiap proposisi bisa benar atau salah.

Ada banyak proposisi yang kebenarannya kita tidak dapat ketahui dengan pasti. Proposisi “Ada kehidupan di planet atau galaksi lain,” misalnya, merupakan proposisi yang sampai saat ini kita tidak ketahui benar salahnya. ‘Nilai kebenaran’nya tidak diketahui, tetapi proposisi ini, seperti halnya proposisi lain, pasti benar atau salah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Argumen, Filosofi, Logika | Meninggalkan komentar

Kalau Kayu Hidup Saja Begitu, Apalagi Kayu Mati?

Dua tahun lalu beta kerja di bidang pendidikan dengan bos yang doktor dalam bidang pendidikan – warga negara tetangga. Dia agak heran karena saat bicara tentang bahasa, beta selalu menghubungkannya dengan logika. Pendidikan juga dengan logika. Fisika juga dihubungkan dengan logika. Kimia juga dengan logika. Karena tidak tahan dia tanya bagaimana hubungan semua itu dengan logika? Dari diskusi, kemudian ternyata pemahaman dia tentang logika yang terbatas hanya pada argumentasi. Jadi, ketika berbicara tentang logika, di benak dia hanya muncul deduksi, induksi, dan abduksi.

Ditarik lebih ke belakang lagi, beta pernah kerja dengan bos – asal negara Eropa – yang adalah seorang dokter yang S2 serta juga tertarik dan belajar filsafat. Beta juga sering menghubungkan segala sesuatu dengan logika. Dia juga heran. Kemudian terjadilah diskusi, dan dari diskusi ketahuan kalau yang dia maksud dengan logika adalah sains atau empirisme. Jadi segala pandangan yang tidak dapat dibuktikan dengan sains atau empirisme merupakan sesuatu yang tak logis.

Maju kembali ke setahun lalu. Beta kerja dengan seorang Indonesia yang punya gelar doktor dari negeri seberang. Dia kelihatan ketat berargumentasi, tetapi anehnya dia tidak terlalu mementingkan logika. Setidaknya demikianlah katanya. Dia tidak terlalu tertarik dengan logika. Akibatnya adalah dalam bidang tertentu yang memang keahliannya dia kelihatan bagus tetapi dia punya kecenderungan otoritatif alias memaksakan kehendak dan tidak argumentatif, dan merasa paling pintar. Lebih pintar daripada orang-orang lain sekantor.

Mereka ini adalah orang-orang yang sudah mencicipi pendidikan tinggi. Meraka ini mungkin bisa disebut ‘kayu hidup’ karena mendapat nutrisi dan air dari sumbernya – yaitu dunia pendidikan. Tapi mereka tidak paham apa sebenarnya logika itu. Bayangkan apa jadinya dengan ‘kayu mati’ yang tidak mendapat nutrisi dan air! Tetapi memang harus diakui bahwa ada kayu yang berada pada tempat yang tidak mendukung keberlangsungan hidupnya, tetapi dia dipelihara oleh orang tertentu dan mendapat nutrisi dan air yang dia butuhkan. Atau akarnya menjalar jauh dari tempatnya dan mendapatkan air serta hara yang ia butuhkan.

Dipublikasi di Filosofi, Logika, Sesat pikir | Meninggalkan komentar

Logika Tak Logisnya De**y Corb*z*er

Beberapa bulan lalu ada yang kasih tunjuk beta perdebatan antara Ded*y Corb*z*er alias DC, seorang pembawa acara TV Indonesia dengan seorang YouTuber Korea (atau Jepang??, beta lupa persisnya) yang merasa dirugikan setelah mengikuti acara si DC. Beta dikasih tunjuk perdebatan tersebut supaya beta bisa menulis atau setidaknya mengatakan sesuatu tentang perilaku si DC.

Beta bukan fans DC, tetapi ada hal menarik yang dikatakan si DC. Si DC selalu memberi kesan seolah-olah dia adalah seorang yang logis. Syah-syah saja. Setidaknya syah kalau belum ada yang menunjukkan sebaliknya atau definisi ‘logis’ dibuat lumayan sempit. Kalau diparafrase secara bebas, si DC mengatakan bahwa dia tidak akan mendengarkan kata siapapun kecuali orang itu mempunyai kemampuan yang melebihi kemampuan DC. Apakah itu logis? Bagaimana logikanya (logika di sini berarti penalaran)  sehingga itu tidak logis? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika, Sesat pikir | Meninggalkan komentar

Sesat Pikir Rocky Gerung. Sesuatu yang Perlu Ijin = Sesuatu yang Dilarang

Saya malas nonton atau dengar pendapat Rocky Gerung. Tetapi dari waktu ke waktu saya buka TV atau dengar teman-teman membuka Youtube yang menampilkan Rocky Gerung, saya selalu mendengar salah satu kalimat berulang yang diutarakan RG adalah, ‘Sesuatu yang perlu diminta ijinnya merupakan sesuatu yang dilarang.” Kalimat itu menjadi semacam mantra bagi Rocky Gerung yang mampu mendiamkan lawan bicara. Dia mengucapkan itu dalam pemahaman proposisi kategoris universal positif, atau yang dalam logika tradisional diberi tanda A. Rumusannya adalah Semua yang perlu diminta ijinnya adalah hal yang dilarang atau secara simbolis diberi tanda A(il).

Namun Rocky lupa bahwa ada hal yang perlu dimintakan ijinnya yang bukan merupakan hal yang dilarang, tetapi hal yang dibatasi oleh batas-batas tertentu sehingga batas-batas tersebut harus dipastikan sudah dipenuhi baru diijinkan. Seorang warga negara berhak menggunakan frekuensi radio untuk kepentingan tertentu, tetapi ada batas-batas yang harus dipatuhi sehingga penggunaan gelombang radio tidak menyebabkan kekacauan dalam bidang lain yang juga menggunakan gelombang radio. Dengan kata lain, proposisi kategoris yang cocok adalah proposisi partikular. Rumusannya adalah Sebagian hal yang perlu diminta ijinnya adalah hal yang dilarang atau secara simbolis I(il).

Untuk orang yang belajar logika mudah melihat kesesatan yang dilakukan Rocky, tetapi yang belum pernah belajar logika akan terkesima karena diucapkan oleh seorang yang menjadi darlingnya media-media tertentu dan hal itu diucapkan oleh Rocky dengan penampilan dan gaya bicara yang sok cool. Logika penting karena ada banyak orang yang sengaja atau tidak sengaja memanipulasi orang lain dengan argumen yang mengandung sesat pikir.

#Logika #Logikapenting

Dipublikasi di Filosofi, Logika, Sesat pikir | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Mengembangkan Otak yang Lebih Baik Bagi Diri Sendiri

Seorang perempuan yang diberi label “Terbelakang” Menemukan cara Menyembuhkan Diri Sendiri

Para ilmuwan yang menemukan hal-hal penting tentang otak sering kali adalah orang-orang yang otaknya luar biasa, yang menangani orang-orang yang otaknya mengalami kerusakan/cacat. Jarang ada orang cacat itu sendiri yang menemukan hal penting. Barbara Arrowsmith Young adalah salah satu pengecualian.

“Asimetri” adalah kata yang paling baik menggambarkan keadaan pikirannya saat masih menjadi siswa. Terlahir di Toronto pada tahun 1951 dan dibesarkan di Peterborough, Ontario, Barbara memiliki bidang-bidang kemampuan yang cemerlang, yaitu memori pendengaran dan visualnya, yang setelah diuji hasilnya berada pada persentil ke-99 (kemampuan yang sangat tinggi karena hanya dimiliki oleh 1% manusia). Lobus frontalnya berkembang sangat baik, sehingga ia memiliki sifat bersemangat dan berkemauan keras. Namun otaknya bersifat “asimetris,” artinya kemampuan-kemampuan yang luar biasa ini berdampingan dengan bidang-bidang lain yang mengalami keterbelakangan.

Asimetri ini juga memberi dampak pada tubuhnya. Ibunya bercanda tentang hal ini dengan mengatakan, “Dokter kandungan pasti menarikmu keluar pada kaki kananmu,” karena kaki kanannya lebih panjang dari kaki kirinya, sehingga pelvisnya bergeser. Lengan kanannya tidak pernah lurus, sisi kanan tubuhnya lebih besar dari sisi kirinya, dan mata kirinya kurang awas. Tulang belakangnya bersifat asimetri dan bungkuk akibat skoliosis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Medis, Pengobatan Otak, Praktis | Meninggalkan komentar