Anies B dan Sandi U: Cemerlang atau Penipu?

“Plato berkomentar pedas bahwa penganut ajaran Heraklitus mempraktekkan prinsipnya melalui pandangan mereka yang terus berubah. Mereka tidak pernah menjawab pertanyaan yang sama dengan cara yang sama dua kali,” tulis Gordon H. Clark. Bandingkan perilaku ini dengan perilaku Anies B. dan Sandi U. Setiap kali ditanya tentang reklamasi, jawaban yang selalu berbeda. Pertama tidak setuju reklamasi. Konon setelah tahu bahwa reklamasi merupakan kebijakan salah satu bapak penyandang dana, jawaban berubah menjadi ‘yaah.. kita lihat’. Namun pada saat debat terakhir, jawabannya adalah tidak melakukan reklamasi. Jawaban untuk pertanyaan yang sama selalu berubah-ubah.

“Namun Kratylus [penganut ajaran Heraklitus], mampu menghindari celaan Plato. Setiap kali diajukan pertanyaan, apapun pertanyaannya, dia selalu memberikan jawaban yang sama. Namun jawabannya bukan dalam bentuk kata, tetapi lambaian tangan,” lanjut Clark.  Bandingkan ini dengan Anies B. dan Sandi U. Setiap kali ditanya tentang solusi bagi perumahan di Jakarta, jawabannya selalu sama, yaitu ‘perumahan dengan DP Rp. 0,’ walaupun makna dari frasa ‘perumahan dengan DP Rp. 0’ berubah setiap waktu.

Plato bukan seorang sembarangan. Menurut salah seorang filsuf abad ke-20, ‘seluruh sejarah filsafat (Barat) merupakan catatan kaki terhadap karya Plato.’ Saya lupa nama filsuf tersebut, tetapi kalau tidak salah Alfred North Whitehead yang mengatakannya. Plato bukan seorang sembarangan. Jadi kalau ada yang bisa mengakali Plato, dia pasti seorang yang sangat cemerlang. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika | Tag , , | Meninggalkan komentar

Anies B, Pakar yang Paling Banyak Diplagiat Karyanya

Pasti Plato meniru Anies B! Plato mengatakan bahwa dunia empiris adalah refleksi tak sempurna dari Dunia Bentuk (atau yang secara kurang tepat diterjemahkan sebagai Dunia Ide).

Jauh sebelum Plato, Anies B sudah menunjukkan bahwa Rumah 350 juta di Jakarta ada dalam Dunia Bentuk. Tetapi untuk membidaninya dari Dunia Bentuk agar termanifestasi dalam dunia empiris yang tak sempurna ini, adalah sesuatu yang hampir pasti mustahil. Apalagi dengan adanya orang-orang yang tak punya kerjaan lain selain saban hari kritik Anies B. Itu menjadikan situasi tambah runyam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Humor, Sarkasme | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Logika Yesus?

Oleh Thaddeus Williams 

Yesus di Yerusalem

Kita mulai di Yerusalem di jalan setapak Bait Suci. Waktu itu adalah hari Selasa sore sebelum Yesus dieksekusi. Seorang pengacara meminta-Nya mendefinisikan hukum terbesar/terutama dari ke-613 perintah dalam Hukum Yahudi. Yesus menjawab, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap akal budi/pikiranmu.”1 Yesus peduli tentang pikiran/akal budi kita sehingga Ia menjadikannya sebagai bagian dari hukum terutama yang pertama.

Namun apa artinya mengasihi Allah dengan segenap akal budi/pikiran kita? Jonathan Edwards menyediakan petunjuk penting untuk menjawab pertanyaan ini. Dalam Yesus, kata Edwards, “kita temukan roh ketaatan terbesar pada perintah dan hukum Alllah yang pernah ada di alam semesta.”2 Yesus tidak hanya berbicara tentang hukum yang terutama, tapi Ia melaksanakannya dengan lebih baik dari siapapun. Karena itu, perintah terbesar/terutama paling baik dipahami bukan sebagai prinsip abstrak tetapi sebagai darah daging Yesus saat Ia berada di dunia ini. Lalu bagaimana seorang yang paling taat terhadap hukum Allah yang terbesar/terutama mengasihi Allah dengan pikiran-Nya?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Injil, Logika | Meninggalkan komentar

Kesombongan Kronologis vs Inferioritas Kronologis

Menarik ketika ada orang yang mengatakan bahwa teologi A, B, dan C yang sudah lama tidak boleh dipegang secara ketat, padahal ia sendiri berpegang pada salah satu dari teologi (setidaknya metode/kerangka berteologinya) yang lama yang tadi dikatakan tidak boleh dipegang secara ketat tersebut, tetapi dengan proposisi yang baru.

Yang lebih menarik lagi adalah orang itu lupa bahwa masing-masing teologi dan cara berteologi tersebut punya praanggapan sendiri-sendiri dan kadang-kadang praanggapan dasar A dan B sama, tetapi praanggapan dasar A dan B berbeda (malah bertentangan) dari C. Seandainyapun si orang ini menggabungkan teologi A, B, dan C, atau menambahkan proposisi baru dalam teologinya, maka jelas dia punya praanggapan dasar sendiri ketika melakukan itu. Tapi saya tidak yakin orang-orang dari golongan tersebut akan berani mengungkap praanggapan dasarnya, apa lagi menilainya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi | 2 Komentar

Berperang Tanpa Tahu apa Tujuannya

Ada satu akun FB yang bernama Indra Atmowoloto (sekarang sudah tidak aktif atau sudah memblokir saya) yang pernah berkoar-koar bahwa saya tidak logis dan seterusnya. Saya sangka dia semacam aktivis.  Kalau dia katakan bahwa saya tidak logis, seharusnya dia tahu apa itu ‘logis’ dan apa itu ‘tidak logis’. Karena itu, saya tanyakan apa yang dimaksud dengan ‘logis’. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika | Meninggalkan komentar

Kafir Mengkafirkan – Masalah Sepele yang Dibesar-besarkan

Masalah kafir-mengkafirkan sudah sering terjadi di Indonesia sehingga beberapa orang tidak tersinggung lagi karena kelaziman tersebut, walaupun pada awalnya mungkin wajahnya merah juga ketika dikatai ‘kafir’. Ada juga yang sebenarnya tersinggung, tetapi menyerahkannya kepada Tuhan karena menurut ajaran agama yang dipercayainya, orang yang memusuhi harus didoakan. Namun ada yang tidak pernah selesai tersinggungnya kalau disebut kafir.

Ada satu kesamaan antara ketiga golongan tersebut, ketiganya setidaknya pernah tidak suka disebut kafir. Ketiganya pernah merasa tidak adil disebut kafir.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika, Sesat pikir | Meninggalkan komentar

Sulitnya Belajar Ketrampilan Baru Kalau Otak ke Robot.

Tontonan ini tidak disarankan bagi mereka yang otaknya kayak robot. He he he he

Dipublikasi di Humor | Meninggalkan komentar