Sesat Pikir Rocky Gerung. Sesuatu yang Perlu Ijin = Sesuatu yang Dilarang

Saya malas nonton atau dengar pendapat Rocky Gerung. Tetapi dari waktu ke waktu saya buka TV atau dengar teman-teman membuka Youtube yang menampilkan Rocky Gerung, saya selalu mendengar salah satu kalimat berulang yang diutarakan RG adalah, ‘Sesuatu yang perlu diminta ijinnya merupakan sesuatu yang dilarang.” Kalimat itu menjadi semacam mantra bagi Rocky Gerung yang mampu mendiamkan lawan bicara. Dia mengucapkan itu dalam pemahaman proposisi kategoris universal positif, atau yang dalam logika tradisional diberi tanda A. Rumusannya adalah Semua yang perlu diminta ijinnya adalah hal yang dilarang atau secara simbolis diberi tanda A(il).

Namun Rocky lupa bahwa ada hal yang perlu dimintakan ijinnya yang bukan merupakan hal yang dilarang, tetapi hal yang dibatasi oleh batas-batas tertentu sehingga batas-batas tersebut harus dipastikan sudah dipenuhi baru diijinkan. Seorang warga negara berhak menggunakan frekuensi radio untuk kepentingan tertentu, tetapi ada batas-batas yang harus dipatuhi sehingga penggunaan gelombang radio tidak menyebabkan kekacauan dalam bidang lain yang juga menggunakan gelombang radio. Dengan kata lain, proposisi kategoris yang cocok adalah proposisi partikular. Rumusannya adalah Sebagian hal yang perlu diminta ijinnya adalah hal yang dilarang atau secara simbolis I(il).

Untuk orang yang belajar logika mudah melihat kesesatan yang dilakukan Rocky, tetapi yang belum pernah belajar logika akan terkesima karena diucapkan oleh seorang yang menjadi darlingnya media-media tertentu dan hal itu diucapkan oleh Rocky dengan penampilan dan gaya bicara yang sok cool. Logika penting karena ada banyak orang yang sengaja atau tidak sengaja memanipulasi orang lain dengan argumen yang mengandung sesat pikir.

#Logika #Logikapenting

Iklan
Dipublikasi di Filosofi, Logika, Sesat pikir | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Mengembangkan Otak yang Lebih Baik Bagi Diri Sendiri

Seorang perempuan yang diberi label “Terbelakang” Menemukan cara Menyembuhkan Diri Sendiri

Para ilmuwan yang menemukan hal-hal penting tentang otak sering kali adalah orang-orang yang otaknya luar biasa, yang menangani orang-orang yang otaknya mengalami kerusakan/cacat. Jarang ada orang cacat itu sendiri yang menemukan hal penting. Barbara Arrowsmith Young adalah salah satu pengecualian.

“Asimetri” adalah kata yang paling baik menggambarkan keadaan pikirannya saat masih menjadi siswa. Terlahir di Toronto pada tahun 1951 dan dibesarkan di Peterborough, Ontario, Barbara memiliki bidang-bidang kemampuan yang cemerlang, yaitu memori pendengaran dan visualnya, yang setelah diuji hasilnya berada pada persentil ke-99 (kemampuan yang sangat tinggi karena hanya dimiliki oleh 1% manusia). Lobus frontalnya berkembang sangat baik, sehingga ia memiliki sifat bersemangat dan berkemauan keras. Namun otaknya bersifat “asimetris,” artinya kemampuan-kemampuan yang luar biasa ini berdampingan dengan bidang-bidang lain yang mengalami keterbelakangan.

Asimetri ini juga memberi dampak pada tubuhnya. Ibunya bercanda tentang hal ini dengan mengatakan, “Dokter kandungan pasti menarikmu keluar pada kaki kananmu,” karena kaki kanannya lebih panjang dari kaki kirinya, sehingga pelvisnya bergeser. Lengan kanannya tidak pernah lurus, sisi kanan tubuhnya lebih besar dari sisi kirinya, dan mata kirinya kurang awas. Tulang belakangnya bersifat asimetri dan bungkuk akibat skoliosis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Praktis | Meninggalkan komentar

Bertrand Russel tentang Metode Ilmiah

bertrand-r-young

Bertrand Russel

Keterbatasan metode ilmiah dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama: (1) keraguan akan validitas induksi; (2) kesulitan yang dihadapi oleh penarikan kesimpulan dari apa yang dialami tentang apa yang tidak dialami; dan (3) kalaupun dapat diterima untuk menarik kesimpulan tentang apa yang tidak dialami, kenyataannya kesimpulan demikian bersifat sangat abstrak, sehingga memberikan lebih sedikit informasi daripada yang terasa ketika diungkap menggunakan bahasa lazim.

(1) Induksi.—Semua argumen induktif pada akhirnya dapat direduksi menjadi bentuk berikut: ‘Jika ini benar, maka itu benar. Itu benar. Jadi ini benar.’ Argumen tersebut tentu saja cacat secara formal. Andaikan saya berkata: ‘Jika roti adalah batu dan batu menyehatkan, maka roti ini menyehatkan saya. Roti ini menyehatkan saya, jadi roti adalah batu dan batu menyehatkan.’ Seandainya saya mengemukakan argumen seperti itu, maka saya pasti dianggap bebal. Namun argumen tersebut tidak berbeda secara mendasar dengan argumen yang mendasari semua hukum-hukum sains. Dalam sains kita selalu berargumen bahwa karena fakta-fakta yang kita amati tunduk pada hukum-hukum tertentu, maka fakta-fakta lain dalam bidang yang sama akan tunduk pada hukum yang tersebut. Kita dapat memverifikasi hal ini kemudian dalam bidang yang lebih luas atau Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Logika yang Dikambinghitamkan

Beberapa orang, entah karena pemahaman tentang logika yang kurang bagus, atau karena kebingungan tentang berbagai definisi logika, atau karena ada agenda tertentu untuk membodohi orang lain, mencoba membuat orang merasa bahwa hal-hal seperti mekanika kuantum (tergantung interpretasi), orang yang terbang di Alor (kalau benar), dan keanehan-keanehan lain seperti adanya tumbuhan monokotil yang bisa bercabang, dll membatalkan logika. Tidak jarang ada pendeta yang berkhotbah “Secara logika, si A yang hidup mapan tidak mungkin meninggalkan hidup berkecukupan dan melayani kaum terpinggirkan di daerah pedalaman yang fasilitasnya serba kekurangan. Kalau mau ikut logika, maka orang tidak bisa meninggalkan kehidupan yang mapan dan terjun ke dalam pelayanan. Tetapi kita tidak hidup berdasarkan logika.” Saya juga pernah membaca tulisan di sebuah forum diskusi para Marxis yang menyerang dan merendahkan logika. Serangan terhadap logika bukan hanya berasal dari satu golongan atau ideologi, tetapi berbagai golongan dan ideologi, baik yang bersifat ateis maupun teis. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika | Meninggalkan komentar

Iman, Logika, dan Reformasi

Dalam Injil Matius 15 : 22 – 28 dikisahkan tentang seorang Perempuan Kanaan yang datang kepada Yesus untuk meminta Yesus menyembuhkan anaknya dari kerasukan setan. Alih-alih bersedia menyembuhkan anaknya, Yesus tidak mau melakukannya dengan alasan bahwa si perempuan tidak pantas mendapatkan kebaikan tersebut. Alasan tersebut dinyatakan melalui sebuah analogi, yaitu bahwa anjing tidak berhak mendapat makanan anak-anak.

Si perempuan ini seorang brilian, paling tidak dia paham tentang argumen. Bukannya marah pada Yesus, dia malah menerima apa yang dikatakan lalu menggunakan apa yang dikatakan oleh Yesus sebagai premis yang menyangkali pandangan Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logical ad Hominem, Logika | Meninggalkan komentar

Jonathan Edwards dan Pelajaran dalam Berdebat

Beberapa saat lalu beta dengar podcast dalam tautan ini (tujuannya antara lain supaya beta pung bahasa Inggris sonde mengalami pembusukan. Kalau teman-teman dorang mau belajar bahasa Inggris – listening, sebaiknya rajin mendengar podcast yang ada hubungan dengan bidang minat atau bidang studi teman-teman dorang). Bagian pertama podcast yang beta dengar ini menghadirkan Thaddeus Williams untuk membahas buku R-E-F-L-E-C-T karyanya; buku yang Pengantarnya sempat beta terjemahkan beberapa saat lalu.

Ada satu hal yang menarik beta pung perhatian dari podcast ini, selain isi buku, yaitu ketika Williams berbicara tentang Jonathan Edwards (dalam kaitan dengan buku Williams yang lain, yaitu Love, Freedom, and Evil).

Jonathan Edwards adalah seorang filsuf dan teolog dari aliran Kavinis. Ia merupakan seorang jenius yang masuk Harvard pada umur 12 tahun (dengan keadaan sudah mampu berbahasa Yunani, Ibrani, dan Latin). Pencapaian teologisnya antara lain adalah, ia merupakan tokoh utama Kebangunan Rohani Besar pertama di Amerika Serikat. Pencapaian Edwards lain (yang banyak) dapat dibaca pada buku karya George MarsdenBaca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Logika | Meninggalkan komentar

Bagaimana Bertemu Diri Masa Depan Anda

 

… mereka … mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya..

— MAZMUR 115:5–8

Bayangkan Anda diantar melewati sebuah laboratorium bawah tanah ke sebuah mesin kontroversial. Anda memasuki sebuah kubus besar berwarna perak dan diminta untuk memikirkan apapun yang Anda paling kasihi di dunia ini Sebuah dinding kaca kemudian muncul dari lantai dan memisahkan kubus yang Anda tempati menjadi dua bagian yang ukurannya sama. Setelah itu segala sesuatu menjadi gelap. Ingatan terawal Anda diproyeksi satu per satu ke kaca tersebut. Semua hal pertama Anda serta semua hal favorit Anda, tawa yang paling bahagia, sukacita yang paling membuat jantung Anda berdegup kencang, penolakan paling berat yang Anda pernah rasakan — semua itu ditampilkan ke layar dari dalam inti kesadaran Anda. Pada sisi berlawanan semua bayangan dari kesadaran Anda mulai berkumpul dan mengambil bentuk. Saat semua gagasan, perasaan, dan pilihan paling penting Anda bergerak melewati gelas, diri masa depan Anda perlahan-lahan terbentuk di ruang sebelah. Kemudian kamar menjadi terang, dinding gelas turun, dan Anda berdiri di sana berhadapan langsung dengan diri masa depan Anda.

  1. HUKUM EMERSON

Yang berkedip di depan Anda adalah orang yang akan menjadi diri Anda jika semua cinta kasih, kebencian, kekuatan, kekurangan, kebiasaan, dan ketakutan Anda berlangsung seperti saat ini. Yang Anda hadapi bukanlah gambar dua dimensi yang dipoles dengan filter pujian. Yang Anda hadapi adalah pribadi yang nyata, darah dan daging yang akan menjadi diri Anda di masa depan, yang entah demi kebaikan atau sesuatu yang buruk, menatap balik ke Anda. Memperhatikan diri masa depan Anda dalam mesin tersebut, apakah Anda menyukai orang yang dihasilkan karakter dan pilihan Anda pada masa depan? Apakah yang sedang menatap Anda itu seorang yang berjiwa besar, peduli/perhatian, penuh semangat, ataukah seorang berjiwa kerdil, berpusat pada diri sendiri, dan putus asa? Seorang yang berkembang atau seorang yang hancur berantakan? Seorang yang berkepribadian luhur atau kejam? Seorang yang tulus/berpikiran mendalam atau membosankan? Anda sedang menjadi seperti apa?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Filosofi, Praktis | Meninggalkan komentar